Tag Archives: manajemen resiko

Emas Turun Tajam Pada Hari Jumat

Emas Turun Tajam Pada Hari Jumat

Emas terperosok lebih dari satu persen pada hari Jumat, ini merupakan penurunan harian terbesar dalam lebih dari tiga bulan, menembus level jual teknikal dan turun tajamnnya pasar ekuitas AS yang memperbaharui ketidakpastian ekonomi.Bullion sempat menembus kebawah area support kunci moving average 50-hari. Anjloknya emas telah menghapus penguatan emas akhir-akhir ini setelah setelah Federal Reserve pada awal September meluncurkan putaran ketiga pelonggaran kuantitatif untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi.

“Orang-rang yang menginginkan QE mengharapkan terjadinya kenaikan yang signifikan untuk keluar dari pasar,” kata Frank McGhee, kepala pedagang logam mulia di Integrated Brokerage Services LLC.” Semakin lama kita tidak membuat harga tertinggi baru, maka banyak orang-orang yang mulai kebingungan tentang kemana arah perdagangan emas,” kata McGhee.

Iklan

Tinggalkan komentar

Oktober 21, 2012 · 4:52 am

Emas Kembali Menguat Setelah Anjlok Ke Level Terendah 1-Bulan

Emas Kembali Menguat Setelah Anjlok Ke Level Terendah 1-Bulan

Emas naik pada hari Selasa setelah dua sesi sebelumnya turun tajam, terangakat oleh penurunan dollar dan setelah dirilisnya data indeks konsumennya naik namun itu semua terlihat tidak mungkin mengagalkan rencana kebijakan  Federal Reserve. Harga Logam terpantul dari level terendah dalam satu bulan pada hari Senin, setelah Departemen Tenaga Kerja AS  mengatakan indeks harga konsumen (CPI) naik menjadi 0.6 persen di bulan September. Keuntungan yang solid di ekuitas AS juga didukung Emas.

Emas telah reli sebanyak $ 200 dalam dua bulan terakhir karena adanya harapan bahwa stimulus moneter Fed mungkin akan memicu inflasi.“Dari sudut pandang inflasi, fakta bahwa CPI sejalan dengan Fed yang memberikan ruang untuk terus adanya pelonggaran kuantitatif,” kata Adam Sarhan, CEO Sarhan Capital.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Protect Your Profit!

Apa yang paling Anda harapkan dari aktifitas trading di pasar keuangan? Profit! Tentunya itulah kata pertama yang muncul dalam benak anda.

Dalam dunia trading, kombinasi antara profit dan kerugian merupakan konsekuensi yang lazim. Namun bukan berarti Anda membiarkan mekanisme pasar menentukanreturn Anda. Tentunya Anda ingin memaksimalkan trading sehingga rekening investasi tetap menghasilkan keuntungan optimal.
Demi mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah yang harus dipersiapkan yakni:
  • menentukan sistem trading yang handal (posisi masuk, target profitstop loss dan sebagainya)
  • menentukan manajemen resiko, dan
  • menyiapkan psikologi trading.
Pada kali ini, pembahasan terpusat pada seluk beluk manajemen resiko agar Anda bisa meraih hasil maksimal.  Walaupun traders telah menerapkan sistem trading yang handal, ada kalanya mereka tidak kunjung berhasil mendapat return yang memuaskan. Profit di depan mata bisa hilang seketika, hanya karena harga yang tercapai kurang 1 poin saja dari target labayang ditetapkan.
Lalu, bagaimana cara Anda menyiasatinya? Terdapat beberapa trader yang menggunakan cara spesifik, yaitu menggunakan 3 lot untuk membuka posisi. Masing-masing lot memiliki target profit dan stop loss yang dibedakan untuk memaksimalkan hasil trading.
Contoh:
Trader A, dengan sistem trading breakouts, membuka posisi buy XAUUSD di level 1.760.00 pada tanggal 27 september 2012. Trader tersebut langsung membuka 3 posisi pada level yang sama di saat yang hampir bersamaan. Lot 1 menggunakan target profit (TP) 300 poin dan stop loss (SL) 600 poin. Lot 2 menggunakan TP 600 poin dan SL 600 poin. Lot 3 hanya diberikan SL 600 poin.
Pada titik ini, saat harga sudah mencapai +300, lot 1 ditutup dengan profit 300 poin. Kini yang tersisa adalah lot 2 dan 3. Letak stop loss juga belum diubah. Kemudian pada saat harga mencapai +600 dari posisi buka, lot 2 ditutup dengan profit +600. Lalu letak stop loss ditarik dari -600 poin menjadi 0 poin atau sama dengan posisi buka. Dengan demikian untuk lot 3 tidak ada lagi kekhawatiran akan terjadinya kerugian, karena Anda telah memindahkan stop loss ke posisi break even dan Anda dapat membiarkan lot 3 ini bergerak bebas untuk mendapatkan profit sebesar-besarnya, sesuai dengan harapan.
Meskipun demikian, cara seperti ini juga memiliki kelemahan, yaitu bila ketiga lot yang Anda buka terpaksa harus mengenai level stop loss yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam hal ini, Anda harus mempertimbangkan besaran persentase dari margin, resiko maksimal per satu kali trading? Secara teoritis, rasio idealnya sekitar 13% dari margin yang Anda miliki dalam rekening trading.

Tentunya, manajemen resiko di atas tidak selalu relevan untuk diterapkan pada semua sistem trading. Anda harus menganalisa sistem trading dijalankan sebelum mencari manajemen resiko yang cocok. Semoga kiat ini berguna untuk mengasah kemampuan trading Anda.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized